Harga Sembako dan Ikan Laut Meroket di Lebak Jelang Idul Fitri 1447 H/2026

Lebak – Harga sejumlah komoditas sembako dan hasil laut di Pasar tradisional Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten, terpantau meroket tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat dan terbatasnya pasokan ikan akibat susahnya tangkapan ikan di perairan Selatan Banten.

Berdasarkan pantauan Buanasenanews.com dilapangan pertengahan maret, kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas ikan laut segar. Ikan Layang yang biasanya dijual Rp22.000-Rp23.000/kg, kini melambung menjadi Rp35.000-Rp37.000/kg. Sementara Ikan tongkol paling mahal Rp17.000/kg sekarang mencapai Rp39.000/kg. Begitupun dengan cumi-cumi, kini harga mencapai Rp45.000/kg yang biasanya paling mahal Rp25.000/kg. Membuat pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun mengeluhkan pasokan yang minim.

“Nelayan banyak yang tidak melaut karena susahnya mendapatkan ikan, sering kali pendapatnya tidak bisa menutupi oprasional/ BBM. Akibatnya stok ikan menipis, sedangkan pembeli jelang Lebaran ramai. Ikan laut meroket, hampir dua kali lipat harganya,” ujar Ridwan, salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Binuangeun, Selasa (17/03/2026).

“Harga sembako juga naik signifikan, diantaranya. Harga kacang tanah naik dari Rp40.000/kg menjadi Rp48.000/kg. Telur ayam masih tinggi di angka Rp32.000/kg. Harga tomat masih di harga Rp12. 000/kg, dan bawang merah masih tinggi di angka Rp50.000/kg. Bawang putih masih harga Rp40.000/kg. Sementara minyak kita mencapai Rp21.000/Liter karena harga modal sudah tinggi di angka Rp20.000/Liter, ” ujar Dimas, salah satu pedagang di pasar tradisional Muara Binuangeun pada Buanasenanews.com.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya, seperti cabe rawit merah naik tajam dari Rp100.000/kg menjadi Rp120.000/kg, cabe rawit ijo naik menjadi Rp80.000/kg dari harga sebelumnya Rp65.000-Rp70.000, dan cabe merah kriting bertahan tinggi di angka Rp50.000/kg.

Kondisi ini membuat warga Binuangeun dan sekitarnya terpaksa mengurangi jumlah pembelian. “Sembako melesat, ikan naik, pusing atur uang belanja untuk Lebaran. Mau tidak mau beli sedikit, yang penting ada untuk masak,” kata Ibu Umalkhoir, warga setempat.

Pedagang dan warga berharap pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera melakukan intervensi, salah satunya dengan menggelar pasar murah atau operasi pasar untuk menstabilkan harga sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026. (K’San)