LEBAK  

Gedung Sekolah MIS-MA Pasung Tidak Terawat

Lebak – Miris, gedung sekolah madrasah ibtidaiyah swasta mathla’ul anwar (MIS-MA) pasung, yang berada di kampung Karangsari, desa Leuwiipuh kecamatan Banjarsari kabupaten Lebak-Banten, terlihat rusak dan tidak terawat

hal itu nampak jelas dari atap gedung sekolah yang sudah mulai berjatuhan, dinding sekolah terkelupas, toilet yang rusak tanpa pintu, bahkan banyak bangku sekolah yang hancur dan menumpuk di gudang terlebih, beberapa kaca jendela sekolah pecah, sekolah seakan di biarkan terbengkalai tanpa adanya upaya perbaikan

Berdasarkan data referensi madrasah ibtidaiyah mathla’ul anwar pasung adalah salah satu sekolah madrasah ibtidaiyah swasta, dengan nomor pokok sekolah nasional (NPSN): 69927795, yang dikepalai Ustadz Jaenal, dan mempunyai guru bantu tiga orang

Sekolah ini memiliki jumlah pelajar sebanyak 71 siswa namun, sangat disayangkan siswa siswi sejumlah itu harus belajar dalam keadaan sarana dan prasarana sekolah yang kurang layak padahal, bantuan operasional sekolah (BOS), dari pemerintah selalu ada setiap tahunnya

“Dana bos yang diterima setiap triwulannya itu sebesar Rp 30 juta, jadi dalam satu tahun jumlahnya Rp 60 juta” terang Jaenal, selaku kepala sekolah saat ditanya oleh wartawan Buanasenanews.com, Jumat (14/6/2024)

“Bangunan belum tergarap karena dananya kurang, kalau untuk dana bos yang kemarin mah itu digunakan untuk kegiatan ujian dan lain sebagainya”, sambung nya.

Dengan nilai anggaran dana bos yang disebutkan tadi sangat disayangkan, jika keadaan sekolah harus menjadi rusak dan terbengkalai, meskipun sampai saat ini kepsek mengatakan terus berupaya mencari solusi

Telah diketahui bersama, dana bos diberikan kepada sekolah-sekolah baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta, dana ini diberikan untuk biaya operasional sekolah seperti gaji guru dan karyawan, kebutuhan belajar mengajar seperti buku dan alat tulis, serta keperluan lainnya seperti biaya listrik, air dan perawatan gedung sekolah.

Namun demikian, disekolah ini anggaran dana bos yang diberikan oleh pemerintah terkesan tidak digunakan sesuai peruntukannya terlebih, kepsek sendiri mengatakan sudah berjalan dua tahun keadaan sekolah tersebut menjadi terbengkalai. (Endang.S)