buanasenanews.com/Lebak, – Pusat Kegiatan Belajar Mayarakat (PKBM) Wiyatabakti Kecamatan Cijaku gelar sosialisasi penanganan anak tidak sekolah di Aula Kantor Camat Cijaku (29/09) yang dibuka oleh Camat Cijaku dan dihadiri unsur pemerintah Desa, PKK Kecamatan dan Desa, Karang taruna, KNPi, GP Ansor, Saka Widya Budaya Bakti, termasuk MUI Kecamatan Cijaku.
Anak Tidak Sekolah (ATS) dikategorikan sebagai anak usia 6 s.d. 21 tahun yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi, sosial, kesehatan. Selain itu, mereka yang pernah sekolah dan berhenti di tengah proses belajarnya (putus sekolah) karena berbagai alasan seperti kesulitan ekonomi, dan sosial
Dalam sambutannya, Camat Cijaku, Cece Saputra mengatakan, bahwa penanganan ATS menjadi kewajiban bersama dan harus di dukung oleh semua pihak agar angka pendidikan yang ditamatkan oleh masyarakat Cijaku melalui Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh PKBM.
” Ini adalah bagian dari upaya bagaimana anak anak yang tidak sekolah atau yang tidak melanjutkan sekolah dapat kembali sekolah baik formal maupun non formal seperti PKBM” Tegasnya.
Habibullah, Ketua PKBM Wiyatabakti dalam paparannya mengenai kegiatan PKBM Wiyatabakti mengatakan, bahwa keberadaan PKBM diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya penanganan ATS di Wilayah Kecamatan Cijaku, melalui Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C termasuk kegiatan pendukung lainnya seperti Lifeskill, kursus dan pelatihan.
Dalam kesempatan itu, semua pihak menandatangani komitmen bersama untuk meningkatkan angka pendidikan yang ditamatkan di wilayah kecamatan Cijaku melalui program pendidikan kesetaraan.
Dukungan pun datang dari Ketua MUI Cijaku, Kyai Burhan yang mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PKBM untuk meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Cijaku, “Semoga apa yang direncanakan hari ini dapat terealisasi berkat dukungan semua pihak, dari kecamatan, korwil pendidikan, desa, karang taruna” Ujar Ky Burhan di sela doa penutup. (Han)












