Buruh Pekebun Melawan dan Lapor Polisi, Kepala Desa Harus Jadi Pengayom Masyarakat Jangan Arogan

Foto Korban pemukulan oleh kades Kertarahayu

Banjarsari,- Dugaan penganiayaan oleh oknum kepala desa di kecamatan Banjarsari berinisial THP bersama salah satu pengusaha Sawit. Tiga orang tukang kuli dituduh mencuri Buah Kelapa sawit milik saudara U hingga terjadi tindakan Pengeroyokan kepada saudara Endang, lalu korban mendatangi Mapolsek untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang. Sabtu (15/3/2025).

Ketiga orang yang biasa memanen buah kelapa sawit ini berasal dari dua desa di kecamatan Banjarsari yang merupakan warga buruh kebun biasa memanen kebun sawit milik masyarakat yang sudah menjadi langganan para pemanen, ketiga pemanen yang diperintahkan oleh saudara KS selaku pembeli buah kelapa sawit yang berada di kebun petani, buah kelapa sawit ini di panen dari beberapa kebun yang hanya menghasilkan sebanyak 20 tandan sawit, namun salah satu pemanen tidak mengetahui kalau sudah salah mengambil buah kelapa sawit satu batang dan masuk ke milik U sebanyak dua tandan, lantaran areal kebun sawit yang di panen berdekatan jaraknya hingga sulit melihat batas.

Kronologi Kejadian

Endang (buruh kuli pekebun) pada hari Rabu (12/03/2025) memanen kebun milik Surnaya yang hanya ada tiga batang pohon sawit, namun saudara Endang tidak disengaja mengambil satu pohon kelapa sawit milik U yang didapat hasil menggadai dari salah satu warga, menyadari ada yang salah, Endang dan kedua temannya mendatangi kediaman saudara U pada sore hari untuk meminta maaf kepada saudara U lantaran sudah salah memetik satu batang pohon kelapa sawit, namun saudara U tidak menerima permintaan maaf, bahkan meminta harus datang lagi pada malam hari.

Kemudian Endang bersama kedua rekannya juga didampingi oleh saudara KS yang menyuruh untuk memanen buah kelapa sawit, kembali mendatangi rumah saudara U untuk meminta maaf, namun permintaan maaf kali inipun tidak diterima oleh U dan Kepala desa, terjadi pelemparan oleh kepala desa dan saudara U dengan menggunakan toples dan air mineral yang mengenai wajahnya yang mengakibatkan luka lebam di wajah sebelah kanan dan mata merah, bukan saja mendapat perlakuan tidak manusiawi, korban juga dimintai sejumlah uang sebesar 5 juta untuk mengganti kerugian.

Pada Jumat 14/3/2025 saudara KS dan salah satu pemanen mendatangi kediaman saudara U untuk terakhir kalinya, dan mengantarkan uang satu juta hasil patungan ketiga pemanen, akan tetapi saudara U tidak menerima uang satu juta lantaran tidak sesuai dengan permintaan awal sebesar 5 juta rupiah.

“Saya datang ke rumah saudara U dengan meminta maaf karena kami hanya membawa uang satu juta itupun dapat patungan, tidak bisa memenuhi keinginan saudara U sebesar 5 juta. Saudara U ingin melanjutkan persoalan ini jika permintaan tidak terpenuhi,” ujarnya KS.

Korban Lapor ke Pihak Kepolisian

Mendengar penuturan seperti itu, korban dan saksi yang didampingi Ketum BBP Eli Sahroni dan Ormas GRIB JAYA PAC Banjarsari, mendatangi mapolsek Banjarsari pada sekitar 20.30 WIB mengadukan penganiayaan terhadap Endang oleh saudara U dan Kepala Desa, setelah melakukan pemeriksaan luka di RSUD Malingping.

“Endang telah mengakui kalau salah memetik sawit dan meminta maaf tetapi permintaan maap tidak berpengaruh untuk Kepala Desa dan Bos Sawit yang statusnya adik kepala desa Kertarahayu, endang dan rekan rekan para pencari upah kerja malah di tekan untuk menyediakan uang sebesar 5 juta jika tidak akan dilaporkan pihak kepolisian,” kata Eli Sahroni (King Badak) pendamping Endang.

Atas dasar itu, Endang lantas menghubungi Eli Sahroni untuk meminta pendampingan dan membuat laporan kepada pihak kepolisian.

“Endang menghubungi kami meminta agar didampingi membuat laporan karena dia warga tidak mampu yang juga awam,” ungkap Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan ini.

Eli yang mendapatkan laporan lantas menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan kepada Endang agar melakukan visum dan pelaporan kepada pihak kepolisian.

“Visumnya sudah selesai, semalam juga sudah di serahkan ke Polsek Banjarsari untuk pelaporan. Hari ini saya turun langsung ke Mapolsek Banjarsari, untuk mendampingi langsung korban dan saksi di BAP, karena pelaporan pengaduan udah selesai semalam,” ungkapnya

Dirinya berharap kedepannya ada upaya dari pihak kecamatan Banjarsari untuk melakukan pengawasan dan memberikan arahan kepada kepala desa di kecamatan Banjarsari, untuk jangan sewenang wenang kepada warga, yang seharusnya kepala desa mengayomi masyarakat, karena sudah dua kepala desa di kecamatan Banjarsari yang dilaporkan masyarakat ke ranah Hukum akibat tindakan sewenang wenang. (Red-Bsn)