Bengkulu – Sepanjang 2024 sejak Januari sampai dengan saat ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu telah berhasil melakukan rehabilitasi, terhadap 100 orang pecandu.
Ada berbagai macam pecandu narkoba dan obat-obatan yang telah dilakukan rehabilitasi mulai dari pengguna sabu, ganja, hingga pil samcodin, dan lain-lain.
Namun dari 100 orang yang direhabilitasi oleh BNNK tersebut terbanyak yaitu pengguna pil samcodin yang didominasi usia remaja dan dewasa.
Berdasarkan pengukuran Whoqol Klien orang-orang yang telah menjalani rahabilitasi tersebut mengalami kenaikan kualitas hidup dengan target 68 persen, dan telah terealisasi 72 persen.
Selain melaksanakan program rehabilitasi terhadap para pecandu narkoba dan obat samcodin, BBNK juga telah melakukan rehabilitasi terhadap 20 orang pecandu yang telah pulih
“Rehab itu selama ini kita lakukan selama 3 bulan, namun itu ada rehab jalan dan rehab inap,” ungkap Kepala BNNK Bengkulu Kombes Pol Deden Andriana, Jumat (27/12/2024).
Sedangkan untuk penindakan, Deden menjelaskan jika BNNK Benglulu sifatnya hanya membantu dalam melakukan penyelidikan saja, sedangkan untuk ranah penindakan dilaksanakan oleh BNN Provinsi Bengkulu.
Maka dari itu pada pelaksanaan pers rilis yang digelar BNNK pada hari ini tidak menjabarkan terkait dengan tangkapan ataupun barang bukti yang berhasil diamankan.
“Seluruh jajaran BNN Kota Bengkulu itu tidak diberi target untuk melakukan penyidikan, tapi kami boleh melakukan pengungkapan jaringan narkotika bekerjasama dengan BNN provinsi,” kata Deden.
Sepanjang tahun 2024 BNNK telah melaksanakan asesmen terpadu dengan total 2 tersangka dari target 2 tersangka.
Dari hasil asesment terpadu tersebut, 1 tersangka menjalani rehabilitasi rawat inap dan 1 lainnya menjalani proses hukum lebih lanjut dan rawat inap.
“Kalau membantu penyelidikan kita bisa, sedangkan kalau untuk penindakan itu di BBN Provinsi,” ujar Deden.
Dalam satu tahun ini BNNK fokus untuk program antisipasi penggunaan narkotika, salah satunya dengan program pengembangan di lingkungan sekolah, dengan membentuk remaja teman sebanya anti narkotika dengan jumlah 10 orang tiap-tiap sekolah.
Sejauh ini total sudah ada 50 remaja teman sebaya anti narkotika yang dibentuk oleh BNNP hingga penghujung tahun 2024 ini.
Selain itu ada juga 17 Kampung Bersinar atau bersih narkoba yang telah dibentuk oleh BNNK, yang telah tersebar di beberapa Kecamatan di Kota Bengkulu.
Kampung Bersinar adalah program pencegahan narkoba yang dilakukan sendiri oleh masyarakat untuk masyarakat.
“Kami secara pelan-pelan akan mejadikan wilayah tersebut bebas dari narkoba dengan mengikutsertakan masyarakat yang asa di sana,” kata Deden. (Hn/Red)













