BANTEN  

Aksi Demo Mahasiswa di Kejagung, Tuntut Kepala Kajari Lebak Dicopot

Banten – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak menggelar aksi demo di Kantor Kejaksaan Agung, Kamis (27/6/2024).

Tuntutan mereka adalah Kepala Kejaksaan Negeri Lebak segera dicopot dan Kejagung dapat memeriksa iklim penegakan hukum di kabupaten Lebak yang diduga terdapat keterlibatan Kajari Lebak dalam kemunduran penegakan hukum di kabupaten Lebak

Aksi demo ini di koordinir oleh Ketum umum GAMMA Ahmad Hudori yang menyampaikan dalam orasi nya meminta Kejaksaan agung segera mencopot Kajari Lebak. Pasalnya, Kajari Lebak di anggap tidak becus dan terkesan menyembunyikan kejahatan para pelaku korupsi di Kabupaten Lebak

Ahmad Hudori juga membeberkan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan oleh kawan-kawan mahasiswa sejak tahun 2023 kepada Kajari Lebak, bahkan meminta agar Kejaksaan agung dapat melakukan atensi bahkan mengambil alih beberapa kasus besar yang di laporkan oleh mahasiswa.

Sejumlah kasus yang laporkan antara lain adalah tentang pendidikan, PAD, dan APBD Lebak. Bahkan diduga ada keterlibatan kejaksaan dalam kemunduran penegakan hukum di kabupaten Lebak karena tidak mampu dan becus menangani beberapa kasus yang melibatkan keluarga penguasa di Lebak

“Kami minta kepada kejaksaan Agung untuk memberikan atensi terkait beberapa laporan kami pada Kejaksaan, bahkan bila perlu kami meminta agar Kejagung mengambil alih Kasus yang sudah kami laporkan pada Kajari yang sampai hari ini tidak terlihat hasilnya sama sekali, karena melibatkan kekuasaan di Lebak. Kami menilai Kejaksaan Negeri Lebak tidak becus dalam melakukan tugas sebagai Aparat Penegak Hukum serta diduga turut melindungi para terduga Koruptor,” kata Dori

Pihaknya juga menginginkan agar Kepala Kejaksaan Agung segera mencopot Kepala Kajari Lebak, serta melanjutkan laporan yang diserahkan

“Kami sudah menyerahkan beberapa point’ tuntutan kepada Kejagung Di antaranya meminta agar Kejaksaan dapat membongkar adanya dugaan APBD Lebak dalam bentuk Paket Proyek yang diduga di monopoli oleh organisasi (GAPENSI), serta segera melanjutkan berbagai laporan yang sudah kami serahkan, seperti dugaan korupsi pada proses pendidikan di bawah naungan kementerian pendidikan, bantuan sosial PIP madrasah dan PAD pada beberapa sektor.” Sambungnya

Pihaknya juga mengingatkan Kepala Kejaksaan agung segera memenuhi tuntutan

“Kami ingatkan dalam penyerahan nota kesempatan atau fakta integritas kami dengan Kejaksaan agung bahwa jika tuntutan kami tidak di indahkan dan diselesaikan kami akan terus melakukan pengawalan dengan terus berkonsolidasi dalam menjaga asa untuk terus menekan Kejaksaan agung dengan aksi berikut nya.” Pungkasnya. (Endang.S)