LEBAK  

Camat Banjarsari dan Pemrakarsa Resmikan Jembatan Syukur Lebak di Desa Leuwiipuh

Lebak, – Camat kecamatan banjarsari dan pemrakarsa meresmikan jembatan gantung syukur di kampung Cigeudang Desa Leuwiipuh Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten Minggu, 1 September 2024.

Hadir dalam peresmian ini porkopimcam kecamatan Banjarsari, Tim donatur PT Telkom, kepala desa leuwiipuh, Kapolsek Banjarsari, Danramil Banjarsari, vertikal rescue Indonesia (VRI), BPBD, berbagai instansi, tokoh ulama dan ratusan masyarakat.

Dalam sesi sambutannya Mahfud Basyir, selaku camat kecamatan Banjarsari mengucapkan rasa syukur karena telah terbangun jembatan gantung sesuai yang dimimpikan masyarakat.

“Alhamdulillah, seperti yang kita lihat bersama saat ini jembatan telah selesai dibangun dan sangat luar biasa berdiri begitu megahnya dengan hamparan warna merah putih sangat mengagumkan”, kata Mahfud.

Mewakili masyarakat kampung Cigeudang, camat juga mengucapkan terimakasih kepada donatur peduli jembatan dan tim vertikal rescue Indonesia yang telah bahu-membahu siang malam mengerjakan pembangunan jembatan.

“Mudah-mudahan amal baik dari donatur, para pembesar Telkom dan vertikal rescue Indonesia dicatat oleh malaikat pencatat amal kebajikan”, ujar camat.

Tak hanya itu, ia juga sempat membacakan pantun sebagai pesan dan ucapan terimakasih dari masyarakat untuk para donatur.

“Pagi-pagi adinda ajizah sarapan bubur
Sarapannya ditemani kekasih tersayang, terimakasih kami ucapkan kepada para donatur, yang telah menghadirkan jembatan syukur di kampung Cigeudang”, kata camat.

Dalam kesempatan yang sama Herlan Wijanarko, mewakili para donatur juga mengucapkan terimakasih kepada tim vertikal rescue dan masyarakat yang telah berkolaborasi dalam pembangunan jembatan

Ia berpesan agar jembatan gantung bisa dipergunakan dan di rawat dengan baik oleh masyarakat.

“Bapak ibu sekalian saya mewakili tim donatur sebanyak 83 orang dan Pemrakarsa, mengucapkan selamat kepada masyarakat kampung Cigeudang, harapan kami mudah-mudahan jembatan ini bisa mempermudah warga masyarakat dalam berlalu lintas melakukan aktivitas di sebrang jembatan sana”, katanya.

Selain gunting Vita dan penandatanganan prasasti dalam peresmian jembatan gantung ini, para donatur juga menyerahkan beberapa bantuan kepada masyarakat.

Salah satunya keranda jenazah dorong fungsinya agar memudahkan masyarakat ketika melintasi jembatan saat hendak menguburkan jenazah di TPU yang ada di sebrang jembatan.

Dalam momen ini antusias dan bahagia dari masyarakat terlihat, setelah selama hampir satu bulan perbaikan jembatan itu dikerjakan, kini mereka bersyukur karena telah memiliki jembatan gantung yang baru dan mewah.

Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu jembatan gantung itu terputus saat dilintasi warga usai pulang dari ziarah kubur akibatnya, sebanyak 15 orang jatuh ke sungai dan mengalami luka-luka, kejadian itupun sempat viral di media sosial. (Endang.S)