BANTEN  

Harga Cabe Merah Kriting di Pasar Muara Binuangeun Sangat Pedes, Tembus 80 Ribu

Lebak – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79, Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten, meroket. Saat ini harga komoditas pasar tersebut menembus Rp 80.000 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar tradisional Binuangeun, Endin mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah sudah naik sejak lebaran kemarin dan belum ada penurunan.

Sekarang harganya 80 ribu rupiah. Dengan tingginya harga cabai, Endin pun mengaku, menurunnya omset penjualan, yang biasanya sehari kurang lebih 10-12 kg, kini semenjak harga meroket paling kurang lebih 5 kg perhari, dan kebanyakan para pedagang mulai mengurangi stok, karena ditakutkan harga akan merosot secara drastis, ” Ungkap Endin pada wartawan Bunanasenanews.com, Selasa (13 Agustus 2024).

Disamping itu, konsumen saat ini juga mulai mengurangi pembeliannya untuk komoditas cabai, mau tidak mau pedagang pun lebih memilih untung minim sehingga komoditas tetap laku dijual,” Pungkasnya.

Harga komoditi saat ini, harga normal cabai rawit merah di kisaran Rp40.000 per kg, dan sekarang Rp 80.000 ribu per kg, Selain itu harga cabai rawit hijau dari Rp 40.000 rebu per kg naik menjadi Rp60.000 per kg. Dan harga komoditas yang turun, yakni bawang merah Rp 40.000 per kg dari harga Rp 55.000 per kg, serta cabe merah kriting Rp 40.000 per kg dari harga Rp 50.000 ribu per kg, dan tomat Rp 6.000 per kg dari harga Rp10.000 ribu per kg.

Sementara untuk komoditas lainnya yang masih bertahan, yakni Bawang putih Rp 40.000 ribu per kg terus telur ayam Rp 28.000 per kg,” terang Endin.

“Kami berharap harga cabai rawit dan harga komoditas lainnya lebih murah lagi dan kembali stabil,” ujar Ibu Triya salah seorang pembeli.

Para pedagang dan pembeli berharap pemerintah bisa melakukan upaya untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan masyarakat. (K, San)