LEBAK  

Menakar Peluang Calon-Calon Bupati Lebak 2024

Lebak – Dua Bulan lagi tahapan pendaftaran calon Bupati dan wakil Bupati dimulai. Namun, sosok bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati masih teka-teki. Meski alternatif pilihan mulai mengerucut pada beberapa nama, beberapa partai politik diprediksi baru akan menentukan dan mengumumkan pasangan saat menit-menit akhir. Itu karena para calon masih bongkar pasang menentukan pasangannya ditengah ketatnya modal dukungan personal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Seperti apa peta kekuatan nama-nama Calon Bupati yang sejauh ini beredar? Siapa sosok yang dianggap paling pantas menjadi Bupati Lebak ? atau bahkan ada calon alternatif yang memliki dan
memenangkan pilkada Lebak 2024? Lalu, seberapa besar peluang keterpilihannya menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ?

Lembaga survei Paradigma Indonesia baru-baru ini melakukan survei Pilkada Lebak tahun 2024 untuk memotret opini dan preferensi publik seputar calon Bupati dan Wakil Bupati. Survei dilakukan pada tanggal 25 sampai 30 Juni 2024 dengan mewawancarai 440 responden yang berumur 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah. Sampel dipilih secara acak bertingkat (multi stage random sampling) dan terdistribusi secara proporsional di seluruh wilayah populasi.

Diperkirakan margin of error kurang lebih 4,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasilnya:
1. Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, memperoleh tingkat keterpilihan (Elektabilitas) berada di 24,5% pada pertanyaan terbuka dan 30,2% pada
pertanyaan semi terbuka. Hasbi dipandang mampu mengatasi masalah ekonomi (21,1%),
berasal dari keluarga tokoh politik (17,3%), berwibawa (12,%) dan putra daerah (18,8%) .
2. Sementara, rival Hasbi dipilih karena tokoh agama (59%) jatuh kepada KH. Syaepudin Asy-Syadzily (8,4%) . Figur tokoh agama ini merupakan satu-satunya penilaian terbesar pemilih pada KH. Syaepudin Asy-Syadzily.
3. Figur rival lain datang dari Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta masing-masing mendapatkan 4,5%. Kedua figur ini memiliki kontribusi penilaian berbeda dari pemilih. Faizal mendapatkan kontribusi luar biasa besar dari pemilih yang menilai sebagai orang yang berwibawa (45%) dan berjiwa sosial (20%). Sanuji mendapatkan kontribusi penilaian dari pemilih sebagai orang yang jujur (16,7%) dan mampu mengatasi masalah ekonomi (11,1%)
4. Publik mengetahui akan ada pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Lebak pada November 2024, sehingga publik telah banyak mengenal para calon-calon yang akan bertanding (59%) sekaligus percaya bahwa pilkada dapat memperbaiki kehidupan.
5. Level ke terkenalan Hasbi, hampir mencapai puncak (75%) dan disukai oleh 66% pemilih. Sementara kompettor Hasbi, yaitu KH. Syapudin Asy-Syadzily, Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta berada masih di bawang 35% . Akan tetapi, dengan hampir tingginya tingkat ke dikenalan Hasbi tidak berbanding lurus dengan elektoral yang masih dibawah 50%.
6. Mereka yang telah memiliki pilihan pada pilkada Kabupaten Lebak nanti cukup yakin dengan pilihannya (64%) dan di antara mereka ada 29% yang mungkin berubah. Alasan perubahan didominasi oleh masih menunggu program dari masing-masing calon (25%). Sementara meraka yang tidak akan berubah karena merasa sudah mantap dengan pilihannya (31%)
7. Dari pemilih yang masih ragu atau belum memutuskan pilihan, sosok Hasbi dipandang pantas untuk menjadi Bupati Kabupaten Lebak dengan perolehan dukungan sebesar 21,7% disusul oleh KH. Syaepudin Asy-Syadizili (14,2%), Faizal Hermiansyah (6,9% dan Sanuju Pentamarta 6,3% .
8. Sementara figur yang dipandang layak menjadi Wakil Bupati Kabupaten Lebak dipilih Sanuji Pentamarta (4,8%) disusul oleh Hasbi dan Dede Supriayadi Arief (3,4%) .
9. Hal yang paling mendesak di selesaikan oleh masyarakat Kabupaten Lebak adalah masalah infrastruktur jalan dan jembatan (31,2%) termasuk di dalamnya perbaikan atas jalan rusak berlubang (32.1%). Hal lain yang menjadi perhatian dan merupakan masalah yang mendesak untuk cepat ditanggulangi bagi masyarakat adalah soal lapangan kerja (18,9) sehingga tidak terjadi pengangguran (24,3%) .
10. Dari simulasi pemilihan calon Bupati Kabupaten Lebak melalui pertanyaan.
10 calon, 6 calon, 4 calon, 3 calon hingga 2 calon, Hasbi selalu unggul dengan selisih lumayan signifkan dibanding kompetitornya.

11. Yang menarik dari temuan survei ini adalah: jika Hasbi dihilangkan atau tidak mencalonkan diri maka Faizal Hermiansyah menjadi figur yang dianggap oleh publik Kabupaten Lebak sebagai sosok yang layak menjadi Bupati meski terjadi penundaan atau undecided voter yang meningkat secara signifkan. Pun demikian, Sanuji menjadi figur yang dipandang layak menjadi Bupati Kabupaten Lebak jika Hasbidan Faizal Hermiansyah tidak mencalonkan diri dengan tetap penundaan atau undecided voter meningkat tajam.

12. Potensial Calon setelah Hasbi adalah Faizal Hermiansyah, Faizal memiliki latar belakang dan kemampuan yang sama, masih muda dan berwibawa, calon ini akan menjadi penantang serius dan bisa menggaet masyarakat yang belum menentukan pilihan (Undiced Voter). Karena sosok ini dapat melampaui tokoh-tokoh lama seperti Suparman, Sanuji, Junaedi Ibnu Jarta dll.

13. Selanjutnya, Hasbi Sendiri sudah memiliki tingkat pengenalan diangka 75% dan elektabilitas 24,5%, artinya Hasbi sendiri belum cukup kuat dan layak bisa menjadi pemenang, sementara keterkenalan sudah menjulang tinggi, tetapi elektoralnya masih dibawah 50%. Semua calon masih harus bekerja keras untuk memenangkan hati pemilih masyarakat Lebak.

14. Publik Kabupaten Lebak menganggap tidak ada masalah jika Bupati selanjutnya adalah orang yang memiliki hubungan kekerabatan dan kekeluargaan dengan Bupati selanjutnya 49,5% karena menganggap Bupati sebelumnya mampu memecahkan masalah yang ada di Kabupaten Lebak (40,5%), selain kesamaan latar belakang (17,7%) dan kepribadian Bupati sebelumnya dianggap baik (15,9%). Sementara terdapat publik yang tidak menginginkan Bupati selanjutnya memiliki hubungan dengan Bupati sebelumnya (8,9%) karena dianggap gagal atau tidak mampu memecahkan masalah yang ada di Kabupaten Lebak (27,4%) .

15. Di Kabupaten Lebak, tokoh agama masih menjadi figur yang sangat dipercaya dan dapat dijadikan sebagai mesin politik dan media kampanye (48%). Sementara pernah melihat calon meski lewat Alat Peraga Kampanye juga menjadi pertimbangan orang untuk memilih (25,7%). Istri/Suami/Anak menjadi orang yang bisa mempengaruhi masyarakat Kabupaten Lebak (26,4%), berisi sedikit dengan sebagian orang yang menyatakan pilihannya berdiri diatas pilihannya sendiri 25,0% .

16. Beberapa aspek menjadi pertimbangan memilih, yaitu aspek kemampuan (55,9%) dimana calon harus mampu dipandang dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang ada di Kabupaten Lebak. Aspek Kepribadian menempatkan urutan kedua (12,9%) dimana jujur dan perhatian pada rakyat menjadi syarat yang akan menjadi pertimbangan memilih, masing masing berurutan mendapatkan skor 23,6% dan 19,5% .

17. Sikap Politik Transaksional masyarakat Lebak cukup menarik (berimbang). Tidak sampai setengahnya (47%) menganggap tindakan politik transaksional tidak bisa dibenarkan, sementara 31% merasa hal tersebut bisa dibenarkan, sisanya tidak turut serta memberikan penilaian (22%) .

18. 39 persen pemilih yang membenarkan tindakan politik transaksional menyatakan akan menerima uang atau barang yang diberi meski belum tentu memilih (39,3%). Sebagaian besar (24,5%) menganggap biasa saja atas pemberian tersebut.

19. Secara umum publik Kabupaten Lebak merasa cukup puas atas capaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya.

20. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Lebak telah diisi kegiatan kampanye sosialisasi calon masih hanya sekedar
pemasangan alat peraga kampanye.

Sumber : Lembaga Survei Paradigma Indonesia