Lebak – Adanya informasi kecelakaan pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintasi jalan berlumpur, yang diduga imbas dari sering keluar masuknya kendaraan proyek yang mengangkut material pasir. di kampung Manggu, Desa Tamansari, kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten sikapi serius oleh Tanu Wijaya, selaku tokoh masyarakat
Ban kendaraan truk proyek menyebabkan lumpur terbawa ke jalan raya, sehingga jalanan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan
“Tadi sebelum magrib istri dan anak saya hampir terjatuh dari sepeda motor saat melintasi jalan raya yang dipenuhi oleh lumpur yang diduga lumpur tersebut berasal dari proyek pasir, istri dan anak saya selamat, namun ada kendaraan lain di belakang mereka yang terjatuh, kata istri saya yang jatuh itu suami istri, kebetulan istri dan anak saya juga pengendara lain ikut menolong yang terjatuh itu” terang Tanu Wijaya, kepada wartawan Sabtu (29/6/2024).
Menyikapi hal tersebut Tanu Wijaya, berpesan agar pihak perusahaan memikirkan para pengguna jalan, menurutnya jika memang perusahaan beroperasi 24 jam maka petugas kebersihan jalan jangan hanya di tugaskan pada siang hari tetapi siang malam harus ada, karena lumpur yang terbawa oleh ban mobil ke jalan raya jika dibiarkan bisa menumpuk dan berbahaya
“Jika sudah terjadi kecelakaan siapa nanti yang akan bertanggung jawab, perusahaan jangan mau enak sendiri keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga harus dipikirkan, masih mending jika tidak ada hujan coba kalau hujan lumpur bercampur air menjadi licin akibatnya jelas sangat membahayakan” sambungnya
Ia juga berpesan agar pihak perusahaan menyiapkan petugas kebersihan jalan yang selalu standby di sana, jangan sampai adanya tambang pasir terkesan malah membuat resah kepada masyarakat
“Kalau memang pihak perusahaan memikirkan keselamatan warga dan pengguna jalan, seharusnya disitu ada tim pelaksana kebersihan yang siap siaga jadi ketika ada sedikit lumpur yang turun ke jalan bisa langsung di bersihkan sehingga tidak mengkhawatirkan para pengguna jalan” ucapnya.
Terpisah, Burhan, selaku pengelola proyek pasir saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp mengenai hal tersebut, dirinya mengatakan belum mengetahui informasi adanya kendaraan yang terjatuh saat melintasi jalan berlumpur itu
“Saya belum mengetahui informasi itu, tapi nanti saya coba cek ke lokasi karena kebetulan sekarang saya lagi di tempat acara pengajian, iya mungkin itu di jalan yang pas warung makan karena di sana suka banyak mobil yang ngetem, siap nanti saya segera kesana” jawabnya singkat. (Endang.S)












