Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Lingkungan di Bayah Barat Jadi Sorotan

Buanasenanews.com, Lebak — Pekerjaan peningkatan kualitas Prasarana dan Sarana Umum (PSU) Pemukiman berupa Jalan Lingkungan di Kampung Ciwaru Lapang, RW 08, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, diduga dikerjakan tanpa memperhatikan standar kualitas yang ditetapkan.

Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah unit Paving Blok dan Casting retak, patah, serta kekerasan beton dinilai tidak memenuhi syarat teknis untuk Jalan Lingkungan/Cluster Perumahan dengan spesifikasi Mutu Beton K-300.

Proyek tersebut bernilai Rp364.850.000, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026, yang dinyatakan sebagai aspirasi Anggota DPRD Banten Fraksi Nasdem, Ade Rahmat. Pelaksana kegiatan tercatat atas nama CV. Arkasa Noer Samudera.

Saat meninjau lokasi, tim investigasi Pokja PWI Lebak Selatan mewawancarai salah satu pekerja yang juga menjabat Ketua RT setempat, Uki. Ia menyatakan hanya bertugas sebagai pelaksana lapangan.

“Saya hanya pekerja. Soal kualitas paving dan casting itu bukan urusan saya,” ujar Uki di lokasi, Selasa (sesuai tanggal kejadian).

Uki mengonfirmasi jumlah tenaga kerja yang terlibat hanya sekitar enam orang dengan sistem borongan, untuk pengerjaan sepanjang lebih dari 200 meter.

“Saya belum melihat langsung ke lokasi dan belum mengetahui kualitas bahan paving blok,” demikian jawaban Kepala Desa Bayah Barat, Usep Suhendar, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada pukul 09.12 WIB.

Usep juga membenarkan bahwa kegiatan tersebut berasal dari usulan aspirasi Anggota DPRD Banten, Ade Rahmat.

Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan. Masyarakat berharap pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi agar awet dan bermanfaat jangka panjang.

Hingga berita ini ditayangkan, Tim Investigasi PWI Pokja Lebak Selatan masih berupaya menghubungi pihak pelaksana CV. Arkasa Noer Samudera serta Anggota DPRD Banten Ade Rahmat guna mendapatkan tanggapan sebagai perimbangan berita. (Red)