Lebak,Buanasenanews.com– Seorang nelayan bernama Cepi Umbara menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam di Kampung Karang Anyar, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Insiden yang terjadi Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.50 WIB ini membuat korban mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah.
Peristiwa bermula saat korban sedang berbincang dengan rekannya mengenai aktivitas melaut. Tiba-tiba, seorang pria bernama Suarta alias Warta menunjukkan emosi dan menantang berkelahi.
“Saya hanya ngobrol biasa soal aktivitas melaut. Tiba-tiba Suarta alias Warta emosi dan ngajak berantem,” tutur Cepi saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Situasi sempat mereda, namun tak disangka, sekitar pukul 21.30 WIB, Suarta datang kembali bersama sekitar 10 orang rekannya menggunakan tujuh unit sepeda motor. Mereka mendatangi rumah adik korban tempat Cepi berada.
“Mereka mendobrak pintu dan langsung menyerang. Saya lawan pakai alat seadanya yang ada di situ, tapi kalah jumlah. Kepala dan muka saya kena sabet,” ungkapnya.
Akibat serangan tersebut, Cepi menderita luka robek di kepala dan wajah akibat sabetan senjata tajam jenis celurit dan parang. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat.
“Saya berharap aparat menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku dan memberikan keadilan atas apa yang saya alami,” harap Cepi.
Laporan atas kejadian ini telah resmi dicatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/S/IV/2026/SPKT/POLSEK WANASALAM/POLRES LEBAK/POLDA BANTEN, yang diterbitkan Selasa dini hari pukul 03.03 WIB.
Secara hukum, kasus ini diduga melanggar sejumlah pasal, antara lain Pasal 170 KUHP baru tentang kekerasan bersama, Pasal 167 tentang memasuki pekarangan orang tanpa izin, hingga Pasal 406 tentang perusakan barang. Selain itu, kepemilikan senjata tajam juga dijerat dengan UU Darurat No. 12 Tahun 1951.
Kanit Reskrim Polsek Wanasalam, Bripka Rangga, membenarkan telah menerima laporan tersebut.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan mendalami motif sebenarnya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap guna memproses hukum seluruh pelaku. (K’San)












