Terkait Beredarnya Kabar Pelecehan Seksual di Kecamatan Cijaku, ini Tanggapan Pengawas Pendidikan

Lebak,- Ramainya pemberitaan terkait pelecehan seksual yang di lakukan oleh salah satu siswa SD di kecamatan Cijaku terhadap siswi SMK kelas tiga, mendapatkan reaksi dan tanggapan dari berbagai pihak.

Sementara itu Entus Purkon, pengawas pendidikan tingkat SD di kecamatan Cijaku, Menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan oleh seorang siswa SDN terhadap siswa perempuan tingkat SMK, “saya atasnama pengawas sekolah/pendamping satuan pendidikan Kecamatan Cijaku menyampaikan sangat prihatin atas pemberitaan tersebut kalau memang itu benar terjadi, saya juga sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk segera melakukan penelusuran fakta secara hati-hati. Mengingat pelaku masih di bawah umur, penanganan harus memperhatikan pendekatan edukatif, psikologis, dan perlindungan anak. Kami juga akan memastikan adanya pendampingan psikologis dan edukatif kepada anak yang bersangkutan”. Senin 21 April 2025

Selain itu sekolah juga akan diperkuat dengan program pendidikan karakter dan pendidikan seksual usia dini yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. “Kami juga mendukung upaya penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang sesuai dengan mekanisme hukum dan perlindungan anak. Kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait sangat diperlukan agar penanganan dilakukan secara bijaksana dan adil bagi semua pihak”, tambah Entus

Selanjutnya kami juga akan memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap semua satuan pendidikan untuk mencegah terjadinya hal serupa di masa mendatang.
“Kami mengajak semua pihak untuk bijak dalam menyikapi isu ini, karena fokus kita adalah membina dan melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa”.

Sementara itu, Kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) berharap agar anak didiknya segera bisa ikut sekolah kembali seperti biasa, mengingat anak tersebut sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan ujian. Pihak kami juga sudah berupaya melakukan pendekatan agar anak bisa ikut ujian dan masuk sekolah kembali, “kami meminta agar semua pihak bisa memberikan motivasi kepada siswa kami yang saat ini mengalami trauma akibat kejadian tersebut, kita juga harus menyelamatkan pendidikan anak, jangan sampai putus sekolah,” ucapnya. (Red-Bsn)