Ratusan Bahkan Ribuan Ikan Bisa Mati Akibat Menggunakan Bahan Kimia, APH Diminta Tangkap Para Pelaku

Lebak,- Berawal dari pengaduan dari warga ke awak media, ulah pelaku yang meracuni Air Sungay Cigitung desa Gunung Gede kecamatan Pangarangan, ulah pelaku ini dapat mengakibatkan ribuan ikan mati, merusak ekosistem juga akan berbahaya terhadap manusia jika air tersebut di gunakan untuk kebutuhan masyarakat terlebih di musim kemarau panjang.14/05/2025

”Saya meminta kepada APH untuk segera melakukan penyelidikan agar para pelaku yang mencemari air Cigitung cepat di tangkap,” ujar inisial MR pada wartawan buanasena media 14/05/2025.

Selain itu, menurut salah seorang warga di kecamatan Pangarangan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga lainya merasa sangat miris dan prihatin atas ulah para pelaku yang meracuni sungai Cigitung. Warga juga menyebutkan nama pelaku yang diduga meracuni sungai Cigitung tersebut diantaranya bernama Diyan/Jahar, Madtohir, Samar dan Suhata, mereka itu diduga telah melakukan peracunan terhadap sungai, ungkapnya.

Meracuni atau menangkap ikan dengan bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya dapat di jerat dengan hukuman pidana sesuai dengan undang_undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan ( pasal 84) dan udang_undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang_undang nomor 31 tahun 2024 tentang perikanan. ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1,2 miliar.

Dari hasil investigasi wartawan dilapangan untuk titik peracunan berada di kampung Cigitung Desa Gunung Gede, Kecamatan Pangarangan, aliran sungai ini juga mengalir ke desa-desa lain dan kecamatan lain.

“Kami sangat prihatin dan kecewa atas peracunan sungai terbesar ini”, ungkap MR.

Hal tersebut karena warga di kampung Cigitung merupakan warga yang sangat mencintai alam dan lingkungan dan secara otomatis dengan diracuninya sungai tersebut bukan hanya ikan besar yang mati tapi benih- benihnya juga akan ikut mati.

Selain itu, dimusim kemarau, sebagian besar warga dalam kondisi kesulitan air bersih dan air sungai inilah yang menjadi tumpuan utama warga.
“Sangat berdampak terhadap kerusakan pada lingkungan hidup dan bisa menimbulkan penyakit kepada masyarakat setempat,” tegas warga. (Pendi)