Lebak,– Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Kampung Maja, Desa Majasari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan tajam dari warga dan awak media. Proyek ini diduga tidak transparan karena tidak dipasangnya papan informasi proyek yang seharusnya menjadi sarana publik untuk mengetahui sumber dan besaran anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Ketiadaan papan informasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa proyek jalan tersebut hingga kini belum selesai.
“Ini jalan belum beres karena dananya nggak cukup. Jadi dihentikan dulu, tapi rencananya sisa pembangunan mau dilanjutkan lewat gotong royong atau swadaya masyarakat,” ujarnya.
Ketika team awak media yang mencoba mengkonfirmasi langsung ke kantor desa pada 17-Mei-2025 dan meminta keterangan kepada sekertaris desa(sekdes) tentang papan informasi tersebut beliau menyatakan bahwa,”ja ngaranageh di leuweung nyaho aya nu nyokot nyaho leungit”.
(Namanya juga di hutan entah ada yg ngambil entah hilang)
Sedangkan ketika awak media dan LSM PBR meminta keterangan dari masyakarat sebagai pekerja di lokasi peroyek tersebut,mereka menyatakan bahwa tidak adanya papan informasi mengenai proyek JUT tersebut.
Minimnya keterbukaan informasi dari pihak desa ini memperkuat dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek. Warga dan media beserta LSM PBR berharap agar pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait pelaksanaan dan penggunaan anggaran pembangunan JUT ini demi akuntabilitas dan kepercayaan publik. (Darmansah)












