Lebak,- Lebak, Banten – Upacara adat Seren Taun Cisitu Tahun 2025 telah sukses dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di pusat Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Acara puncak peringatan panen raya ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi X DPR RI, ”Ibu Adde Rosi Khoerunnisa, yang menyampaikan apresiasi tinggi serta mendorong agar tradisi luhur ini dapat diangkat menjadi agenda wisata budaya nasional.
”Makna dan Esensi Seren Taun
Seren Taun merupakan sebuah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang melimpah.
Secara etimologis, “Seren” berarti menyerahkan, dan “Taun” berarti tahun, Oleh karena itu, Seren Taun dimaknai sebagai proses serah terima dan transisi dari tahun yang berlalu menuju tahun yang akan datang, merefleksikan kontinuitas kehidupan dan keberkahan alam.
Sejarah dan Lokasi Penyelenggaraan
Tradisi Seren Taun Cisitu telah lestari dan dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat adat Kasepuhan Cisitu selama berabad-abad, tepatnya sejak tahun 1685 Masehi. Penyelenggaraan upacara ini secara konsisten berlangsung di Kasepuhan Cisitu, menegaskan komitmen kuat masyarakat dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
Rangkaian Prosesi Adat Seren Taun
Meskipun setiap pelaksanaan Seren Taun memiliki kekhasan lokal, secara umum, upacara adat ini terdiri dari serangkaian prosesi yang sarat makna dan berlangsung selama beberapa hari, Prosesi inti yang biasa dilaksanakan meliputi
Ngajayak (Menyambut atau Menjemput Padi), Prosesi awal penjemputan padi sebagai simbol dimulainya rangkaian acara.
-Rasul Pare di Leuit: Ritual penyimpanan padi di lumbung (leuit) sebagai cadangan pangan untuk beberapa tahun ke depan, melambangkan kemandirian pangan.
-Salamet Beberes Ngueh: Upacara selamatan yang menandai selesainya pembuatan kue-kue tradisional yang akan disajikan pada acara puncak.
-Bubuka: Pembukaan resmi acara dengan penampilan kesenian khas Sunda untuk memohon restu dan keberkahan.
-Balik Taun Rendangan (Carita Balik Taun): Pertemuan formal antara para ketua kelompok masyarakat adat (Rendangan) dengan ketua adat (Abah yoyo yohanda) untuk melaporkan kondisi masyarakat dan hasil pertanian.
-Ngareremokeun: Ritual persembahan untuk menghibur “Nyi Pohaci Sanghyang Asri, Dewi Padi, sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keberkahan.
-Memasukkan Padi ke Dalam Lumbung: Prosesi puncak yang secara simbolis menandai awal siklus bercocok tanam yang baru.
Pernyataan Kepala Adat Kasepuhan Cisitu Abah yoyo yohanda
“Kami, sebagai penjaga tradisi Kasepuhan Cisitu, bersyukur atas terselenggaranya Seren Taun 2025 ini dengan lancar,” ujar Abah yoyo Kepala Adat,saat di wawancarai awak media BuanasenaNews.com.
“Seren Taun bukan sekadar perayaan panen, melainkan manifestasi dari rasa syukur kami yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia rezeki dan kesuburan tanah.
Ini juga merupakan komitmen tak terputus kami dalam melestarikan nilai-nilai luhur leluhur, menjaga keharmonisan dengan alam, dan meneruskan semangat gotong royong kepada generasi mendatang, Semoga tradisi ini senantiasa menjadi pengingat akan pentingnya bersyukur dan hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan.”
Penyelenggaraan Seren Taun Cisitu 2025 sekali lagi menegaskan dedikasi masyarakat adat dalam melestarikan warisan budaya, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. “Tegasnya. (Wa”n)












