Lebak – Laskar Pasundan Indonesia (LPI), akan menggelar unjuk rasa ke kantor satuan kerja (satker ) dan ke Balai pelaksana jalan nasional (BPJN). Rencana aksi ni merupakan bentuk kekecewan terhadap rusaknya jalan nasional Pasir Kuray-Cisitu yang baru 4 bulan diserahterimakan sudah rusak kembali.
“Kami menduga adanya ketidakberesan dalam kontruksi pekerjaan sebab informasi yang didapat dari tokoh kasepuhan dalam pelaksanaan tersebut pengecoran menggunakan kendaraan dump truk, tentu saja dapat mempengaruhi suhu beton, ditambah pembesian yang tidak maksimal, akibatnya rigit beton patah hingga berongga dibeberapa titik” kata ketua ormas LPI, Rahmat Hidayat, kepada wartawan, Minggu (4/5/2024).
Menurut Rahmat, tidak semudah pihak kontraktor untuk memperbaiki kembali jalan itu sekalipun itu masih dalam masa pemeliharaan artinya perlu dilakukan audit investigatif yang komprehensif terhadap struktur bangunan jalan katanya dengan mutu dan kualitas pekerjaan termasuk audit administrasi oleh pihak terkait dalam hal ini BPK.
Juga akan segera menyerahkan beberapa hasil analisa data dan fakta yang didapatkan di lapangan kepada pihak KPK RI agar hal ini segera ada tindakan tegas yang jelas pihak LPI mendesak agar KPK segera turun tangan memanggil dan memeriksa kepala BPJN Banten serta PPK Satker dengan dugaan pembiaran dan lemahnya pengawasan yang dilakukan.’ katanya.
Dikatakan Rahmat, dengan kejadian ini dugaan kami tidak menutup mungkin pihak pelaksana hanya mencari keuntungan semata sebab tidak memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan diperburuk dengan lemahnya pengawasan.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan melayalan surat ke kementerian PUPR terkait dengan pelaksanaan jalan pasirkuray- Cisitu dengan buktinya termasuk juga ke Aparat penegak hukum, ” ujarnya.(K’San)












