Lebak,– Melintasi jalur selatan Kabupaten Lebak terasa belum lengkap tanpa mencicipi dan membawa pulang Lemang Malingping.
Kudapan tradisional berbahan dasar beras ketan,Kacang dan santan kelapa yang dimasak dalam batang bambu ini telah lama menjadi ikon kuliner khas daerah, diburu oleh para pelancong dan warga lokal sebagai oleh-oleh yang tak hanya legit, tetapi juga kaya akan aroma khas dan cerita.
Lemang Malingping adalah wujud nyata dari warisan kuliner yang terus dilestarikan, Proses pembuatannya yang unik, dengan membakar batang bambu berisi adonan ketan di atas bara api, menciptakan cita rasa yang tak tertandingi.
Bagian luar lemang yang sedikit gosong memberikan sentuhan aroma smoky yang menggugah selera, sementara bagian dalamnya tetap lembut, pulen, dan gurih berkat perpaduan sempurna antara beras ketan pilihan kacang dan santan kelapa segar.
“Setiap kali ke Malingping, saya pasti cari lemang, Rasanya khas banget, beda dari lemang di tempat lain,” ujar Ibu Heni, seorang wisatawan dari Jakarta yang sering berkunjung ke sanak saudaranya di Lebak selatan.
Minggu, 01/06/2025.
“Aromanya itu lho, begitu bambunya dibelah, langsung semerbak wangi. Anak-anak saya juga suka, jadi selalu Di jadikan oleh-oleh wajib, “tambahnya.”
Para produsen lemang di kecamatan Malingping, lebak,banten ini umumnya masih mempertahankan cara tradisional dalam pembuatannya.
Hal ini tidak hanya menjaga kualitas dan keaslian rasa, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
“Mereka bisa melihat langsung bagaimana lemang dipersiapkan, mulai dari pengisian adonan ke dalam bambu hingga proses pembakaran yang memakan waktu berjam-jam.
“Ibu tini, seorang pedagang lemang legendaris di Pasar Malingping, menuturkan bahwa pembeli Lemang Malingping tidak hanya datang dari daerah sekitar. “Banyak pembeli dari luar kota, bahkan dari Jakarta dan Tangerang, sengaja mampir ke sini cuma buat beli lemang, Apalagi kalau musim liburan, permintaan bisa meningkat sampai dua kali lipat,” jelasnya. “Biasanya mereka beli banyak, buat dimakan sendiri di jalan atau untuk oleh-oleh keluarga di rumah.”
Lemang Malingping sangat fleksibel untuk dinikmati. Umumnya, lemang disantap langsung dalam keadaan hangat, bisa dengan tambahan serundeng, sate, atau bahkan dimakan begitu saja untuk menikmati rasa otentik ketan dan santan.
Teksturnya yang legit dan aroma bambu bakar yang kuat menjadikannya teman sempurna untuk secangkir kopi atau teh di sore hari.
Dengan harga yang relatif terjangkau, Lemang Malingping menjadi pilihan oleh-oleh yang ramah di kantong dan kaya akan nilai budaya.
Jadi, jika perjalanan Anda membawa Anda ke Malingping, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan membawa pulang kelezatan tradisional ini, rasakan sendiri sensasi otentik Lemang Malingping dan jadikan kunjungan Anda ke Lebak Selatan semakin berkesan. (Wa”n)













