Jalan Poros Desa Dua Kecamatan Tiga Desa Belasan Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Putaran Perekonomian Warga Nyaris Lumpuh

Lebak,- Jalan poros desa sudah belasan tahun tidak tersentuh oleh pembangunan baik bersumber dari dana desa maupun dari APBD Kabupaten Lebak, jalan utama penghubung antar kampung dua Kecamatan tiga desa yakni desa Ciapus, desa Sukasenang dan desa Peucangpari.

Maryono salah satu tokoh di Kampung Cipancur Nabeng mengatakan bahwa terakhir ada pembangunan waktu Kepala Desa Ciapus dijabat oleh pak Jaro Toi, berarti sudah 13 tahun kalau tidak salah, ucapnya.

“Kami berharap pemerintah kabupaten Lebak segera untuk melakukan pembangunan ke jalan ini, mengingat jalan ini jalan utama kami dalam beraktivitas dan menjual hasil kebun seperti getah karet, pisang, kelap, dan gula merah,” ujarnya.

Hasil penelusuran wartawan Buanasena Media, mayoritas masyarakat di kampung Cipancur Nabeng di pertanian, peternakan, perkebunan dan salah satu unggulannya olahan Gula Aren. Namun miris putaran perekonomian di sana lebih banyak pengeluaran ketimbang pendapatan, sebab perputaran perekonomian masyarakat akan setabil manakala ditopang dengan infrastruktur yang memadai untuk beraktivitas seperti menjual hasil bumi atau olahan yang jadi mayoritas kampung Cipancur desa Peucangpari kecamatan Cigemblong.

Untuk diketahui, jalan tersebut masuk ke tiga desa dan dua kecamatan diantaranya Desa Ciapus (Kecamatan Cijaku), Desa Sukasenang (Kecamatan Cijaku) dan Desa Peucangpari (Kecamatan Cigemblong).
Warga juga sudah beberapa kali bergotong royong membeli batu belah untuk memperbaiki jalan tersebut, namun jalan sudah hancur kembali. (Red-Bsn)