Dugaan Penyimpangan Pembangunan di SMAN 1 Cigemblong: Pasir Laut dan APD Diabaikan

Lebak,- Proyek pembangunan rehabilitasi ruang kelas di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak-Banten, dengan biaya mencapai Rp1,219 miliar, menjadi sorotan karena dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, proyek ini juga diduga menggunakan pasir laut dan mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja. Senin (27/10/2025).

Dugaan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kualitas dan keselamatan proyek. Proyek ini dikerjakan oleh CV. CAHAYA KURNIA dengan sumber dana APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp1,219 miliar dengan nomor kontrak 000.3.2/03/02.0024/KKPKK/Dindikbud 2025. Proyek ini dilaksanakan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender, mulai 26 Agustus 2025 sampai 23 September 2025.

Hal tersebut diduga kuat saat tim dari media Buanasenanews.com memantau langsung kelapangan pada Sabtu, (25/10/2025). Dilokasi tidak terlihat keberadaan pengawasan dari pihak kontraktor pelaksana CV. CAHAYA KURNIA. Dengan pasir mengunakan pasir laut dan pekerja abaikan APD.

Seorang pekerja yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan bahwa pelaksana proyek jarang berada di lokasi. “Pelaksananya gak ada. Jarang kesini kang (ke-red). Kalo mau lebih jelas, ada kepercayaannya yang rambutnya merah, namanya Deni, biasanya di mushola,” ungkap pekerja tersebut pada Buanasenanews.com.

Saat dikonfirmasi, Deni, membantah dirinya sebagai kepercayaan atau pelaksana proyek. “Saya bukan kepercayaannya dan bukan pelaksana, pak (ke-red). Saya hanya kerja di sini,” kata Deni.

Ketika ditanya mengenai APD, Deni mengaku sudah diberikan namun tidak betah untuk digunakan. “APD sudah dikasih cuman awal doang, nggak betah mungkin,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai penggunaan pasir laut, Deni terdiam dan terkesan menutupi informasi.

Lanjut Deni mengungkapkan bahwa dirinya kurang tahu mengenai masalah pasir laut. “Cuman kalau pasir sudah habis, saya nelpon untuk dikirim lagi,” katanya. Namun, ia membela bahwa kualitas pasir yang digunakan halus dan bagus. “Kualitasnya bagus. Alus geh, pak (ke-red) Mening ngablentrang pisan,” ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media berusaha mengonfirmasi kepada pihak terkait melalui pesan WhatsApp, namun tidak ada jawaban. (K’San/Red)