Ludes Terbakar! Pondok Pesantren di Desa Ciapus Hangus, Diduga Akibat Konsleting Listrik

Buanasenanews.com, Lebak — Sebuah bangunan Pondok Pesantren Bustanul Ulum yang berlokasi di Kampung Legok Kubang, Desa Ciapus, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, hangus terbakar beserta seluruh isinya. Dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting arus listrik, Sabtu (28/8/2026).

Api pertama kali diketahui berkobar sekitar pukul jam 09:26 WIB dari bagian bangunan asrama santri atau ruang pengajian. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke seluruh bangunan karena sebagian besar struktur terbuat dari kayu serta angin yang cukup kencang saat itu.

Warga sekitar dan pengurus pesantren berupaya memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang berharga, namun kobaran api terlalu besar sehingga upaya tersebut belum berhasil menyelamatkan bangunan dan isi di dalamnya. “Kami berusaha sekuat tenaga, tapi api terlalu cepat menjalar. Yang penting seluruh santri dan penghuni sudah berhasil dievakuasi dengan selamat, tidak ada korban jiwa,” ujar salah satu warga saat di hubungi wartawan.

Kepala Desa Ciapus, Asep Saepulloh menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi bangunan, beras, kitab atau buku-buku pelajaran, perlengkapan ibadah, pakaian, hingga perlengkapan belajar para santri yang ikut terbakar habis.

“Penyebab sementara diduga kuat adanya hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang terjadi di salah satu ruangan, yang kemudian memicu kebakaran besar,” ungkap Kepala Desa Ciapus seraya menyebutkan tim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan kerugian total.

Saat ini para santri dan pengurus sementara menempati tempat darurat seperti rumah warga sekitar atau balai desa. Pemerintah Desa dan Kecamatan serta berbagai pihak telah bergerak memberikan bantuan darurat, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar berhati‑hati memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang. (Red-Bsn)