Lebak,- Sebuah video yang memperlihatkan seorang perangkat desa (Prades) melontarkan kata-kata tidak pantas dan tidak berempati terhadap korban kecelakaan laut, beredar luas dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Dalam video tersebut, oknum Prades desa Wanasalam, kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten, terlihat mengucapkan kata “idiot” dan “tak punya otak” saat menanggapi musibah yang menimpa korban laka laut pada Senin, 07 Juli 2025.
Menyikapi hal ini, Ketua Jawara Banten Bersatu (JBB) DPC Malingping, K. Kiwonk, menyatakan kekecewaannya yang mendalam dan mengecam keras pernyataan Prades tersebut. “Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras perilaku serta ucapan yang dilontarkan oleh oknum Prades dalam video yang beredar. Sebagai pelayan masyarakat, seorang Prades seharusnya memiliki empati dan rasa kemanusiaan yang tinggi, terutama dalam menghadapi musibah yang menimpa warga tersebut,” tegas K. Kiwonk.
Menurutnya, ucapan Prades tersebut tidak hanya melukai perasaan keluarga korban dan masyarakat luas, tetapi juga mencoreng citra pemerintahan desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. “Bagaimana mungkin seorang Prades bisa mengatakan hal sekeji itu kepada korban yang sedang berduka. Ini adalah bentuk ketidakprofesionalan dan minimnya etika yang tidak bisa ditolerir,” tambahnya dengan nada geram.
Jawara Banten Bersatu mendesak pihak berwenang, khususnya Pemerintah Kabupaten/Kota terkait, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum Prades tersebut. “Kami menuntut agar oknum Prades ini segera diinvestigasi dan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Perilaku semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi, agar menjadi pelajaran bagi pemangku jabatan lainnya untuk selalu mengedepankan integritas dan kemanusiaan,” ujar K. Kiwonk.
JBB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau dan melaporkan jika menemukan perilaku serupa dari para pemangku jabatan. “Kita harus bersatu dalam mengawal agar pelayanan publik berjalan sesuai dengan koridornya, dan para pejabat benar-benar bekerja untuk rakyat dengan hati nurani,” pungkasnya.
Video tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, dan masyarakat menantikan tindak lanjut dari pihak berwenang terkait kasus ini. (Wawan)












