Lebak,- Kabar meresahkan kembali beredar di Kampung Babakan, Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten, pada Kamis, 19 Juni 2025.
Isu yang menyebutkan bahwa almarhum Ama Ekeng bangkit kembali dalam wujud “pocong” telah menciptakan ketakutan dan keresahan di kalangan masyarakat, terutama yang masih percaya pada hal-hal mistis.
Namun, perlu ditegaskan bahwa klaim ini adalah hoaks belaka, tidak memiliki dasar ilmiah, dan tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
“Hoaks” Murni Mitos yang Meresahkan Masyarakat Kisah “pocong” yang bangkit dari kubur adalah bagian dari narasi folklor atau cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun di Indonesia.
Meskipun sering dikaitkan dengan arwah penasaran atau praktik sihir, para ahli dari bidang kedokteran dan antropologi secara konsisten menjelaskan bahwa semua ini berada dalam ranah kepercayaan semata, bukan kenyataan.
Secara medis, setelah seseorang meninggal dunia, tubuh akan mengalami proses dekomposisi alami. Tidak ada satu pun laporan atau penelitian ilmiah yang pernah mencatat atau membuktikan adanya fenomena jenazah yang bangkit kembali dalam bentuk apa pun, termasuk “pocong”.
Informasi yang beredar mengenai penampakan pocong seringkali berasal dari kesaksian personal yang tidak dapat diverifikasi, atau bahkan merupakan hasil dari hoaks dan manipulasi gambar atau video.
“Penyebar Hoaks Menyesal, Keluarga Memaafkan, dalam klarifikasi ini, Arip, yang diduga menyebarkan isu tersebut, menyatakan penyesalannya yang mendalam atas kegaduhan dan keresahan yang timbul akibat perbuatannya.
“Saya benar-benar minta maaf atas kekeliruan ini. Foto itu tidak benar, hanya dapat dari media sosial, cuma untuk nakutin anak saja dikarenakan anak saya main HP terus. Saya tidak bermaksud untuk menyebarkan hoaks,” ujarnya.” dalam sebuah pernyataan.
Pihak Ibu Heni, salah satu perwakilan keluarga almarhum Ama Ekeng, yang fotonya disalahgunakan dalam konteks hoaks ini, telah memberikan respons yang bijak.
Setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Arip dan memahami duduk permasalahannya, pihak keluarga menyatakan memaklumi dan memaafkannya. “Kami sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan dia sudah mengakui kesalahannya serta meminta maaf.
Kami sebagai keluarga tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali, kata Ibu Heni.
“Imbauan Hentikan Penyebaran Hoaks!
Penting bagi masyarakat untuk senantiasa kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak didukung oleh fakta atau sumber yang kredibel. Penyebaran informasi yang tidak benar, tidak hanya menciptakan ketakutan yang tidak perlu, tetapi juga dapat mengganggu ketenteraman sosial dan merugikan pihak-pihak yang terlibat”, ucapnya
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan atau mempercayai kabar-kabur yang tidak berdasar, Jika ada informasi yang dirasa mencurigakan atau di luar nalar.
sebaiknya segera lakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi atau ahli di bidangnya. Mari kita bersama-sama membangun masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menerima serta menyaring informasi, sehingga terhindar dari penyebaran hoaks dan mitos yang menyesatkan. (Wa”n)












