Lebak,– Sebuah unggahan video di Facebook yang menampilkan kondisi jalan rusak parah di Kampung Cisaray, Desa Mugijaya, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak viral dan menyita perhatian warganet.
Yang bikin heboh bukan hanya kondisi jalannya yang rusak berat, tapi juga cara warganya menyampaikan keluhan: lewat sindiran kocak berbahasa Sunda ala pepatah Kabayan. Salah satu unggahan menuliskan, “Mun manggih tanjakan kudu seuri, sabab bakal manggih turunan” (Kalau ketemu tanjakan harus senyum, karena nanti bakal ketemu turunan).
Sindiran itu sontak mengundang tawa sekaligus keprihatinan dari warganet. Banyak yang ikut mengomentari unggahan tersebut dengan nada satire hingga menyoroti lambannya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah selatan Lebak.
Jalan sepanjang lebih dari 5 kilometer itu memang sudah lama rusak dan menyulitkan warga, apalagi saat musim hujan. Meski sempat diperbaiki, kondisi jalan kembali rusak karena sering dilalui kendaraan berat.
Camat Cigemblong, Sardi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran desa sangat terbatas untuk menangani kerusakan jalan secara menyeluruh. “Pak Kades Madsoni sudah berusaha membangun sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan tahun ini ada perhatian dari pemerintah daerah dan provinsi,” ujarnya.
Kondisi jalan rusak tak hanya terjadi di Cigemblong, tapi juga di wilayah lain seperti Wanasalam, Panggarangan, dan Cihara. Warga bahkan sempat menggelar lomba video kreatif bertema “Menagih Janji Bupati dan Wakil Bupati Lebak” untuk menyoroti persoalan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Ironisnya, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Lebak pada tahun 2025 justru dilaporkan menurun. Padahal, kerusakan jalan sudah menjadi masalah menahun dan berdampak langsung pada ekonomi warga, terutama petani dan pelajar.
Warga berharap suara mereka tak hanya viral di media sosial, tapi juga sampai ke telinga pemangku kebijakan, agar perbaikan jalan segera direalisasikan. (Subandi)












