Lebak,— Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, Banten, kembali diguncang kabar memprihatinkan. Seorang siswa SD Negeri 3 di Kecamatan Cijaku, diduga melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang siswi SMK yang juga berasal dari wilayah yang sama. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.19/04/2025
Tim media yang mendatangi kediaman korban di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak dan mendapatkan keterangan langsung dari pihak keluarga. Menurut mereka, korban — sebut saja Bunga (nama samaran) — mengalami trauma berat dan saat ini enggan beraktivitas di luar rumah, termasuk tidak masuk sekolah selama beberapa hari terakhir.
Bunga menceritakan bahwa insiden itu terjadi di hutan kebun karet sekitar jam 12:30 WIB di Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak, yang sebagaimana itu adalah satu-satu nya menuju rumah korban, saat ia pulang sekolah dan berjalan kaki melewati jalur perkebunan karet. Di tengah perjalanan, ia dihampiri oleh seorang anak berinisial FN yang diduga siswa SD Negeri, sempat menawarkan diri untuk mengantar korban pulang, namun ditolak oleh korban, pada waktu kejadian 2/3 orang anak sebaya nya kurang lebih berjarak 200 meter berada di lokasi kejadian melihat korban di lakukan tidak senonoh oleh terduga pelaku tersebut.
Menurut pengakuan korban, FN tetap memaksa dan bahkan melontarkan kalimat tidak pantas. Ia lalu diduga melakukan tindakan fisik yang tidak senonoh, seperti memeluk erat dari belakang, mencium pipi dan leher korban, serta meraba bagian tubuh sensitif. Korban sempat berteriak, menangis, dan berusaha melarikan diri sambil memanggil orang tuanya.
Kejadian tersebut disebut terjadi sebanyak tiga kali di lokasi yang sama. Korban akhirnya berhasil kabur dan langsung melaporkan insiden tersebut kepada keluarganya.
Merasa tidak terima, pihak keluarga segera melaporkan kejadian ini kepada kuasa hukum yang mereka percayai. Mereka berharap agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku dan pelaku mendapat sanksi setimpal atas perbuatannya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media belum sempat mengkonfirmasi ke pihak terduga pelaku maupun keluarganya. (Red-Bsn)












